Header Ads

ad

Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

dakwatuna.com – “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertobat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.”

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. ini berbunyi:
(عن أَبي هُرَيْرَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَاالله إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ  أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً (رواه البخاري

Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertobat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari)

Hikmah Hadits:
  1. Bahwa setiap manusia, pastilah pernah berbuat salah dan dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Bahkan, baik dosa yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.
  2. Oleh karenanya, kita dianjurkan memperbanyak istighfar dan taubat. Istighfar adalah permohonan ampunan kepada Allah Swt dari dosa-dosa kecil. Sedangkan taubat, permohonan ampunan kepada Allah Swt dari dosa-dosa besar.
  3. Rasulullah Saw sebagai seorang Nabi yang maksum (terjaga dari dosa dan khilaf), senantiasa memperbanyak istighfar dan tobat kepada Allah. Karena salah satu hikmah taubat dan istighfar adalah, bahwa istighfar dan tobat merupakan tanda kecintaan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah Taala. (sb/dakwatuna)

Tidak ada komentar